Home » Ramadhan 1430H » Sengketa Dua Orang Sholeh

Sengketa Dua Orang Sholeh

Ayo Nge-Blog

Berisi opini, eksperimen flash, My Student, E-Learning, Persiapan UN 2009, dll. File-file FLA, Software, dan soal-soal gratis dapat didownload di halaman DOWNLOAD. Semoga bermanfaat....

Anda Pengunjung ke-

  • 87,491

CALENDAR

August 2009
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Sahabat, bagaimana kalau ada dua orang sholeh bersengketa? Ikuti kisah ini….

Nun di sana…
Tersebutlah seorang bernama Fulan A. Ia ingin mencari sebuah lahan untuk dijadikan tempat budidaya ikan air tawar atau tambak. Bertemulah dengan Fulan B yang ingin menjual tanah di sebuah lokasi. Fulan B mendeskripsikan tentang lahan yang akan dijual dan estimasi harga yang diminta. Kemudian mereka berdua menuju lahan yang dimaksud dan Fulan A merasa memang kondisi lahan sesuai dengan deskripsi yang disampaikan Fulan B dan sangat cocok dengan niatannya semula. Setelah terjadi kesepakatan harga, akhirnya mereka mengadakan transaksi jual beli.
“Saya beli tanah anda pak Fulan B dengan harga 70 juta”, ujar Fulan A.
“Saya jual tanah ini pada Anda pak Fulan A, semoga berkah,” balas Fulan B dalam genggaman salaman yang erat.

Fulan A segera melaksanakan niatan semula, membuat tambak. Beberapa orang ia pekerjakan untuk menggali petak-petak untuk kolam. Di suatu hari, cangkul dari salah seorang pekerjanya membentur sebuah kotak. Bersama pekerjanya, Fulan A membersihkan dan membukanya. Masya Allah, isinya adalah puluhan perhiasan emas bahkan beberapa bertahtakan intan. Semua yang hadir di situ terbelalak melihat perhiasan-perhiasan yang nilainya mungkin milyaran.
“Allah betul-betul memberikan karuniaNya yang banyak kepada Anda, Tuan”, kata pekerjanya.
Fulan A tercenung sejenak, kemudian ia menutup kembali kotak itu.
“Saya harus menyerahkan ini kepada pak Fulan B!”
Kembali para pekerjanya terbelalak, tidak percaya, masih ada orang yang jujur dan sholeh seperti majikannya.

Di rumah Fulan B, Fulan A menyerahkan kotak yang ditemukan dan menceritakan isinya.
“Ini adalah milik Anda, pak Fulan B. Tolong di terima.”
“Tidak demikian, pak Fulan A. Kotak dan isinya ini sudah menjadi milik Anda. Anda telah membeli tanah saya, jadi apa yang ada di dalamnya adalah menjadi hak Anda juga.”
“Menurut saya bukan seperti itu. Saya hanyalah membeli tanah itu bukan termasuk kotak ini. Tolong terima hak Anda ini, saya takut apabila benda yang bukan hak saya ini menyebabkan saya tertolak dari syurga.”
“Sama pak. Menurut saya ini bukan lagi menjadi hak saya. Tanah dan isinya telah saya jual pada Anda. Apabila saya menerima benda ini, saya takut siksa Allah.”
Lama sekali mereka berdebat tentang kepemilikan kotak senilai milyaran itu. Masing-masing merasa bukan haknya. Di tengah kelelahan mereka beradu argumentasi, akhirnya mereka menyepakati mencari seorang ‘alim untuk mencari penyelesaian dari sengketa ini.

Setelah bertemu dengan si orang ‘alim, si orang ‘alim hanya tersenyum bahkan hampir tertawa mendengar permasalahan mereka.
“Hai dua orang yang sholeh!”  kata si orang ‘alim, “ini masalah yang sangat sederhana sebenarnya!”
Fulan A dan Fulan B hanya kebingungan mendengar kasus besar yang mereka hadapi hanya dipandang mudah oleh si ‘alim.
“Hai Fulan A! Apakah kamu punya anak?”
“Satu dan laki-laki, kyai. Saat ini sedang menjadi ko-as di RS. dr. Sardjito. Tetapi Insya Allah tidak ada masalah dengan biaya, kyai…” jawab Fulan A. Si orang ‘Alim semakin lebar senyumnya. Pandangannya beralih ke Fulan B.
“Hai Fulan B! Anakmu berapa?”
“Anak saya dua, perempuan semua, kyai. Yang besar sudah semester akhir di Akbid Semarang. Yang kecil masih kelas I SMP. Sama dengan Fulan A, Insya Allah keluarga kami tidak bermasalah dengan biaya pendidikan mereka, kyai” tegas Fulan B.
Si Orang ‘alim kali ini betul-betul tidak mampu menahan tawanya.
“Siapa yang bertanya tentang biaya sekolah anak kalian?”
“Maksud kyai? tanya Fulan A dan Fulan B bersamaan
“Maksud saya, mengapa kalian tidak berbesanan saja? Harta karun ini dapat dijadikan biaya pernikahan mereka, lalu mendirikan klinik untuk membantu orang yang sakit dan ibu-ibu yang akan melahirkan di desa kita ini. Bagaimana?”
Fulan A dan Fulan B saling berpandangan dan tersenyum. Segera mereka pamit dengan si orang alim sambil bersalaman takzim, pertanda terima kasih yang tak terhingga atas solusi dari sengketa mereka tentang kotak harta karun itu.

Nun…
Suatu sore, tampak dua bapak-bapak asyik memancing sambil berbincang-bincang di sebuah tambak ikan emas.
“Semoga cucu kita perempuan, ya. Kalau perempuan, nanti kan bisa jagain adik-adiknya, rambutnya dikepang dua, pakai pita, pasti lucu.”
“Kalau saya berharap cucu kita laki-laki. Bisa kita ajak mancing, sholat jumat, dan anak pertama itu menjadi tulang punggung keluarganya nanti.”
“Ah, itu kan pendapat lama. Sekarang sudah berubah…”
“Tapi tetap berlaku lho…!”
 Ah, perdebatan yang hanya menakuti-nakuti ikan yang mendekati kail mereka. Lama dan panjang perdebatan tentang jenis kelamin cucunya yang bakal lahir hingga datang kepada mereka seorang laki-laki.
“Pak, Alhamdulillah. Cucu-cucunya telah lahir. Bapak-bapak disuruh pulang!”
“Laki-laki atau perempuan?” tanya mereka serentak.
“Kembar sejoli, pak. Laki-laki dan perempuan…!”
“Alhamdulillah….!” Teriak mereka. Kedua bapak-bapak itu tidak perduli mukanya basah dan kotor oleh sujud syukurnya di pematang tambak itu.

Mereka meninggalkan tambak dengan suka cita walau tanpa membawa seekor pun hasil pancingan. Sementara itu sore berlalu di sela-sela pepohonan kelapa bersama dengan alunan suara adzan dari sebuah mushola tua di desa itu.

(Enrich by Ism.)


1 Comment

  1. I enabled comments on my blogger page but it only shows the comments link, and when it’s clicked, a new page opens to show the comments. Is there a way to just have the comments show on my main page right underneath the blog, I don’t want just a link to the comments page..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: