Home » Religi » Misteri Bilangan 19 pada Rakaat Sholat

Misteri Bilangan 19 pada Rakaat Sholat

Ayo Nge-Blog

Berisi opini, eksperimen flash, My Student, E-Learning, Persiapan UN 2009, dll. File-file FLA, Software, dan soal-soal gratis dapat didownload di halaman DOWNLOAD. Semoga bermanfaat....

Anda Pengunjung ke-

  • 87,491

CALENDAR

October 2008
M T W T F S S
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Subhanalloh….
Memang saya harus banyak belajar. Di bulan Ramadhan kemarin, kutemukan sebuah posting dalam sebuah milis, yang menguak “sedikit” tafsir dari QS 74:30-31.

30. dan di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga).
31. dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.”

Dalam ayat di atas terdapat bilangan 19, dan kita ditantang dengan pertanyaan “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?”

Sahabat pada milis itu menuliskan antara lain sebagai berikut:
Bilangan 19 memang tidak menunjuk kepada substansi tertentu jadi bisa juga menunjuk kepada rakaat sholat, bisa ke jumlah bismillah, bisa ke jumlah huruf suatu surat,atau bisa nomor surat.

Coba simak rakaat sholat yang tertata apik ini:
Banyak yang belum tahu bahwa sholat 5 waktu yang 17 rakaat (2,4,4,3, dan 4) itu erat sekali dengan angka 19 yang disebut bilangan interlocknya Al-Mushaf.

Kalau kita simak jumlah rakaat perhari:
Subuh = 2 rakaat.
Dhuhur = 4 rakaat. Kalau Jumat hanya = 2 rakaat.
Ashar = 4 rakaat. Kata Rasul Ashar itu ditengah (Wustha).
Maghrib = 3 rakaat.
Isya’ = 4 rakaat.
Jumlah = 17 rakaat.

Tatanan rakaat tsb membentuk bilangan 2 4 4 3 4 kalau hari biasa, kalau pas Jumat 2 2 4 3 4.
Ternyata 24434 = 19 x 1286 atau habis dibagi 19.
Angka pada bilangan 1286 itu sendiri apabila dijumlahkan = 17 kembali menyamai jumlah rakaat perhari.

Sekarang sisipkan nomor sholat di belakang angka rakaatnya,berarti terbentuk bilangan dengan deret angka sbb: 2 1 4 2 4 3 3 4 4 5. Ini juga habis dibagi 19, sebab 19 x 112 759 655 = 2 1 4 2 4 3 3 4 4 5

Sekarang jumlah rakaat:
Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat = 17 17 17 17 17 17 15 (dhuhur diganti Jumatan hingga Jumat hanya 15 rakaat), tersusun bilangan 17171717171715. Ini pun habis dibagi 19, diperoleh 903 774 587 985.

Sisipkan nomor hari didepan angka diatas,akan menjadi 1 17 2 17 3 17 4 17 5 17 6 17 7 15. Bilangan yang terbentuk habis dibagi 19, diperoleh 6 193 332 495 658 821 985.

Analog cara diatas tapi hari Jumat dipindahkan didepan Sabtu, jadilah sbb:
Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis 15 17 17 17 17 17 17 lalu sisipkan nomor hari didepannya akan terjadi susunan angka berikut:
1 15 2 17 3 17 4 17 5 17 6 17 7 17 = 19 x 6 064 069 337 764 085 143

Sekarang apabila diganti jumlah rakaat perhari dengan angka 24434 kecuali Jumat sebab Jumat hanya 22434 rakaat dan mulailah hari Sabtu, ini rakaat tiap salat susunan angkanya menjadi bilangan :
1 24434 2 24434 3 24434 4 24434 5 24434 6 24434 7 22434
Bilangan di atas juga habis dibagi 19 dan hasilnya 6 549 169 707 069 707 074 970 238 128 138 128 143 286

Andai jumlah rakaat sholat ditetapkan oleh sebuah hawa nafsu, apakah mungkin hawa nafsu itu memikirkan permutasi angka-angka yang terjadi? Betul-betul Allah SWT menantang fikiran kita.
Andai sholat itu dirancang oleh hawa nafsu 14 abad lalu, apakah zaman itu sudah mampu menghitung hingga 42 digit? Calculator pada Microsoft Windows hanya 32 digit.

Benarlah bahwa Allah SWT yang merancang ini. Lalu apalah kita yang tidak mau menjalankannya?

“Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.”

Ayo kita belajar dan belajar lagi…


3 Comments

  1. retno utami says:

    Nikmat mana lagi yang kau dustakan hai manusia?

  2. ismuji says:

    Mbak Retno,
    Ternyata bukan hanya itu.
    Bilangan 19 juga disebut sebagai “mushaaf code” nya Al-Qur’an.
    Insya Allah, kapan-kapan akan saya tampilkan postingan itu…

  3. […] Today, 15:44 Coba simak rakaat sholat yang tertata apik ini: Banyak yang belum tahu bahwa sholat 5 waktu yang 17 rakaat (2,4,4,3, dan 4) itu erat sekali dengan angka 19 yang disebut bilangan interlocknya Al-Mushaf. Kalau kita simak jumlah rakaat perhari: Subuh = 2 rakaat. Dhuhur = 4 rakaat. Kalau Jumat hanya = 2 rakaat. Ashar = 4 rakaat. Kata Rasul Ashar itu ditengah (Wustha). Maghrib = 3 rakaat. Isya’ = 4 rakaat. Jumlah = 17 rakaat. Tatanan rakaat tsb membentuk bilangan 2 4 4 3 4 kalau hari biasa, kalau pas Jumat 2 2 4 3 4. Ternyata 24434 = 19 x 1286 atau habis dibagi 19. Angka pada bilangan 1286 itu sendiri apabila dijumlahkan = 17 kembali menyamai jumlah rakaat perhari. Sekarang sisipkan nomor sholat di belakang angka rakaatnya,berarti terbentuk bilangan dengan deret angka sbb: 2 1 4 2 4 3 3 4 4 5. Ini juga habis dibagi 19, sebab 19 x 112 759 655 = 2 1 4 2 4 3 3 4 4 5 Sekarang jumlah rakaat: Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat = 17 17 17 17 17 17 15 (dhuhur diganti Jumatan hingga Jumat hanya 15 rakaat), tersusun bilangan 17171717171715. Ini pun habis dibagi 19, diperoleh 903 774 587 985. Sisipkan nomor hari didepan angka diatas,akan menjadi 1 17 2 17 3 17 4 17 5 17 6 17 7 15. Bilangan yang terbentuk habis dibagi 19, diperoleh 6 193 332 495 658 821 985. Analog cara diatas tapi hari Jumat dipindahkan didepan Sabtu, jadilah sbb: Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis 15 17 17 17 17 17 17 lalu sisipkan nomor hari didepannya akan terjadi susunan angka berikut: 1 15 2 17 3 17 4 17 5 17 6 17 7 17 = 19 x 6 064 069 337 764 085 143 Sekarang apabila diganti jumlah rakaat perhari dengan angka 24434 kecuali Jumat sebab Jumat hanya 22434 rakaat dan mulailah hari Sabtu, ini rakaat tiap salat susunan angkanya menjadi bilangan : 1 24434 2 24434 3 24434 4 24434 5 24434 6 24434 7 22434 Bilangan di atas juga habis dibagi 19 dan hasilnya 6 549 169 707 069 707 074 970 238 128 138 128 143 286 Andai jumlah rakaat sholat ditetapkan oleh sebuah hawa nafsu, apakah mungkin hawa nafsu itu memikirkan permutasi angka-angka yang terjadi? Betul-betul Allah SWT menantang fikiran kita. Andai sholat itu dirancang oleh hawa nafsu 14 abad lalu, apakah zaman itu sudah mampu menghitung hingga 42 digit? Calculator pada Microsoft Windows hanya 32 digit. Benarlah bahwa Allah SWT yang merancang ini. Lalu apalah kita yang tidak mau menjalankannya? sumber:Misteri Bilangan 19 pada Rakaat Sholat Ayo Belajar […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: