Pengemis Buta
4 September 2009
Kisah ini tanpa sengaja saya baca dari sebuat site/blog. Kisah ini memaksa saya harus ke toilet untuk membasuh air mata. Begini….
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi. Pengemis ini buta. Setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
”Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, nabi palsu. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya!”
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan. Beliau menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu tanpa berucap sepatah kata. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah Rasulullah SAW wafat , tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW, Abubakar ra berkunjung ke rumah anaknya Aisyah ra. Beliau bertanya kepada anaknya,
“Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab,
”Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu punkebiasaan Beliau yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.”
”Apakah itu?”, tanya Abubakar
”Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana.”
Keesokan harinya Abubakar ra pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Saat mendekat, pengemis itu berkata,
”Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, nabi palsu. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya!”
Ketika Abubakar ra mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, ”Siapakah kamu?”
”Aku orang yang biasa”, jawab Abubakar ra.
”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu.
”Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan tangannya, setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar ra tidak dapat menahan air matanya. Ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
”Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku hanyalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar ra, dan kemudian berkata,
”Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. ”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar ra saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
(Enrich by Ism.)
Entry Filed under: Flash. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. thinklogic2009 | 4 September 2009 at 10:30 am
wah benar pak, pelajaran yang amat berharga … minta ijin saya tampilkan di blog saya ya
2. heru | 8 October 2009 at 4:06 am
pak boleh ga sata tampilin di blog saya.